Sabtu, 12 Desember 2009

DAMAI DENGAN ALLAH, DAMAI DENGAN SESAMA DAN DAMAI DENGAN LINGKUNGAN



                                                    (Natal dan Tantangan Pemanasan Global)

 Oleh Pdt. Devy Thio



Kalau kita perhatikan tema  diatas, rumusan tema refleksi Natal   kali ini sedikit agak berbeda dari yang biasa sering kita baca sebagai tema Natal. Rumusan Tema Natal yang biasanya dipakai adalah DAMAI DENGAN ALLAH,  DAMAI DENGAN SESAMA.

Lain dari biasanya, tema Natal kita kali ini ada tambahan DAMAI DENGAN LINGKUNGAN.Tambahan rumusan ini sengaja dilakukan.Tentu bukan sekedar sebuah tambahan supaya kelihatan beda dari yang biasanya.Juga bukan sekedar supaya terlihat lebih  keren.  Tetapi melalui tambahan tema ini saya ingin  mengajak kita semua untuk melihat satu makna Natal yang sering terlupakan untuk diberitakan dalam renungan-renungan Natal yaitu apa yang disebut sebagai makna eko-teologi.

Alloys Budi Purnomo seorang Rohanaiwan Katolik dalam satu tulisannya diharian Kompas menulis : Kelahiran Yesus kedunia tidak hanya bermakna ritual-spiritual tetapi juga eko-teologi.Artinya ada makna ekologis yang cukup significant dibalik peristiwa Natal.

Makna Eko-teologi Natal mengingatkan dan mengajak kita untuk memahami bahwa peristiwa kelahiran Yesus Kristus kedalam dunia melalui peristiwa Natal bukan hanya membawa damai antara Allah dan manusia, manusia dengan sesamanya tetapi juga antara manusia dengan dunia, dengan lingkungan dimana ia hidup dan berada.

Kalau kita mempelajari Alkitab, nampak kepada kita beberapa ayat Firman Tuhan yang berkaitan dengan   makna Natal eko-teologi  dan sekaligus menegaskan kepada kita akan makna tsb.

1.  Roma 5:12
     Didalam Roma 5:12 dikatakan bahwa olehkarena dosa yang dilakukan oleh Adam maka dosa dan    
     kuasanya masuk kedalam dunia.
“ Sebab itu sama seperti dosa telah masuk kedalam dunia oleh satuorang dan oleh dosa itu maut demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa”.

Dari ayat Firman Tuhan ini bukan hanya manusia yang berada dibawah kuasa dosa tetapi juga dunia dan seluruh isinya termasuk manusia didalamnya.Kejadian 3:17 menyaksikan ketika Allah menghukum manusia karena dosanya, tanah atau bumi juga ikut mendapat penghukuman (baca:kutuk) Dalam realitas ini maka bukan hanya manusia yang membutuhkan keselamatan dari kuasa dosa tetapi juga dunia dan seluruh isinya.

2        .Yohanes 3:16-17 : “Karena begitu besar kasih Allah akan dubnia ini sehingga dikaruniakan
      anakNya  yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan  
      beroleh hidup yang kekal.Sebab Allah mengutus anakNya kedalam dunia bukan untuk
      menghakimi dunia melainkan untuk menyelematkannya oleh Dia.”
Dari kedua ayat Firman Tuhan ini kita melihat bahwa obyek kasih Allah yang besar bukan hanya semata-mata manusia.Tetapi dunia dan segala isinya.Oleh karena itu, Allah datang kedalam dunia untuk menyelamatkan dunia dan segala isinya termasuk manusia didalamnya.

         3.Yohanes 1:29
         Ketika Yohanes pembaptis melihat Yesus ia berseru   “ Lihatlah Anak Domba Allah yang
         menghapus dosa isi dunia “. Dalam ayat ini dipakai istilah dosa isi dunia bukan dosa manusia. Yesus
        sebagai anak Domba Allah datang untuk menghapus dosa isi dunia.

      4. Yesaya 11:6-9

         Ayat Firman Tuhan ini merupakan nubuatan nabi Yesaya akan kedatangan Mesias
         Juruselamat.Dalam ayat ayat ini dikatakan bahwa kedatangan Mesias akan menyatakan syaloom
         atau damai sejahtera Allah.Yang menarik untuk dicatat bahwa damai sejahtera atau syaloom Allah
         ini meliputi kehidupan seluruh mahluk ciptaan Allah. Damai sejahtera Allah tidak hanya terjadi
        ditengah kehidupan umat manusia saja tetapi juga terjadi diantara segala mahluk ciptaan Allah.
         “ Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring disamping kambing.Anak
          lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seroang anak kecil akan
         menggiringnya.Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama
         berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.Anak yang menyusu akan bermain main
         dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulur tangannya kesarang ular
         beludak.Tidak ada yang berbuat jahat atau yang berlaku busuk diseluruh gunung-gunungKu yang
         kudus. Sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan seperti air laut yang menutupi
        dasarnya.”  
     
        5.Markus 16:15

         Dalam amanat untuk memberitakan Injil keselamatan Allah, dicatat oleh Injil Markus bahwa Yesus
         menugaskan murid-muridNya untuk memberitakan Injil kepada segala mahluk. “Beritakanlah Injil
         kepada segala mahluk.”   Melalui ayat Firman Tuhan ini dipahami bahwa karya keselamatan Allah
         didalam Tuhan Yesus Kristus bukan saja dinyatakan dalam relasi antar manusia tetapi lebih luas
         didalam relasi dengan seluruh mahluk ciptaan Allah. Karya keselamatan Allah itu harus dinyatakan
         dan diwujudkan kepada seluruh mahluk ciptaan Allah.


Melalui  penegasan beberapa bagian ayat Firman Tuhan diatas maka ada beberapa catatan penting mengenai refleksi Natal  kita berkaitan dengan  makna Eko-teologi Natal :

  1. Makna eko-teologi  Natal sangat penting untuk dipahami, disadari dan dihayati oleh setiap orang Kristen.  Pemahaman makna ini akan membawa kita kepada satu pemahaman yang utuh dan legkap tentang karya keselamatan Allah didalam Tuhan Yesus Kristus melalui peristiwa Natal.Dengan pemahaman yang utuh dan lengkap ini maka kita diinspirasi dan dimotivasi untuk mewujudnyatakan karya keselamatan Allah itu bukan hanya didalam relasi dengan Allah dan sesama.Tetapi juga didalam relasi dengan lingkungan dimana kita hidup dan berada.

Berkaitan dengan hal ini, Sutrisna Amaka (juga dalam tulisannya dikompas)  menegaskan : “Perayaan Natal merupakan ungkapan sekaligus perwujudan iman akan kasih Allah untuk umat manusia.Namun jika iman masih direfleksikan sebatas hubungan manusia dengan Tuhan dan tidak membawa serta orang beriman untuk melibatkan hidup sehari-hari termasuk didalamnya alam sekitar dan lingkungan maka manusia terperabgkap dalam kesulitan yang kian besar.Memisahkan ungkapan iman dalam perayaan ibadat dan perwujudan nyata untuk sesama dan lingkungan hidup tidak lagi merupakan penghayatan dan pengamalan iman yang utuh dan lengkap.”

  1. makna Eko-teologi Natal ini sangat relevan dengan masalah tantangan Pemanasan Global yang sedang  kita hadapi sekarang ini.Sebagaimana diketahui Pemanasan Global yang terjadi saat ini mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup dan dunia yang mengancam kehidupan seluruh mahluk ciptaan Allah.

      Sebuah karikatur tentang Natal yang pernah dibuat oleh GM Sudarta diharian Kompas tahun 2003
      menggambarkan bahwa dunia sedang berada diambang kehancuran total.Dunia digambarkan
     seperti sebuah boom yang siap meledak.Sumbu pemicunya adalah kekerasan dan terorisme.Diatas
    dunia yang sedang diambang kehancuran total itu ada gsambar dua malaikat yang yang membawa
    spanduk tulisan berita Natal : DAMAI DIBUMI.
       Karikatur ini menggambarkan sebuah ironi yang sangat kontras.Ironi tentang apa yang dilakukan
      Allah melalui peristiwa Natal disatu sisi dan apa yang sedang dilakukan oleh manusia pada sisi
      yang lain.Melalui peristiwa Natal Allah mengasihi dunia dan segala isinya, menyelamatkan dan
      memberkati Nya begitu rupa dengan kasih dan damai sejahteraNya.Tetapi pada saat yang sama
      manusia justru sedang menghancurkan dunia tempat satu-satunya dimana manusia dan seluruh
      mahluk ciptaan Allah lainnya dapat hidup.

      Pada saat ini sebenarnya ironi yang sama juga sedang kita hadapi.bahkan lebih dasyat dan
      hebat.Karikatur Natal diatas juga sedang menggambarkan dengan tepat situasi dan kondisi dunia
     saat ini.Dunia tempat lingkungan hidup seluruh mahluk ciptaan Allah sedang berada diambang
      kehancuran .Bedanya kalau dulu (tahun 2003) pemicu utamanya adalah kekerasan dan terorisme,
      sekarang pemicunya adalah Pemanasan Global.

     Dalam film dokumenter berjudul :AN INCONVENIENT TRUTH (KEBENARAN YANG
     MENGGELISAHKAN )  Al Gore mantan wakil president Amerika serikat yang mencapat nobel
     perdamaian tahun 2007  mengingatkan dunia dan umat manusia akan situasi dan kondisi
     kehancuran dunia akibat Pemanasan Global ini.Dalam  filmnya ini, ia mengungkapkan fakta-fakta
     kebenaran (yang menggelisahkan) tentang nasib dunia dan seluruh mahluk didalamnya dimasa
     yang akan datang.
     Mendukung fakta sebagaimana diungkapkan Al-Gore dalam film tsb, sebagian  ahli menyatakan   
    bahwa    kebenaran yang menggelisahkan tentang nasib dunia ini prosesnya sedang terjadi saat ini
    dan akan  mencapai puncaknya antara  tahun 2050 sampai tahun 2100.   

  1. Berkaitan  dengan kedua catatan diatas, sebagai Orang Kristen, sebagai Gereja, sebagai Umat Tuhan kita diingatkan akan tanggungjawab teologis akan dunia ini.Alkitab menegaskan bahwa Dunia ini adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita.Kita punya tanggungjawab yang besar untuk menjaga dan  memelihara keutuhan Ciptaan Tuhan. Seiring dengan fakta dan kebenaran yang menggelisahkan (bahkan menakutkan) tentang tantangan dan bahaya besar akan nasib dunia  dalam beberapa  tahun y.a.d akibat pemanasan Global, melalui pemahaman dan penghayatan yang utuh dan lengkap akan makna Natal,  kita  terpanggil untuk secara nyata mewujudkan karya keselamatan Allah didalam Tuhan Yesus Kristus bagi dunia  didalam relasi kehidupan kita dengan Allah, dengan sesama dan juga dengan dunia lingkungan dimana kita hidup dan berada.

      SELAMAT NATAL !
     SELAMAT HIDUP DAMAI DENGAN ALLAH, DENGAN SESAMA
     DAN DENGAN LINGKUNGAN !!!

    
Pdt.Devy Thio.                                                                                                  
      Cibinong, medio desember 2009. .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar